PesanTuhan_

Setiap saat aku rindu engkau menyempatkan diri untuk membaca pesan-pesan-Ku meskipun hanya beberapa menit. Aku ingin kau merenungkan-Nya, mengingat dan mempercayai setiap janji-Ku dan melakukan setiap hal yang Kuminta padamu.

Di saat engkau menghadapi pergumulan hidup, berusaha menceritakannya pada siapapun dengan harapan bisa membagi sedikit beban, ketahuilah Aku selalu ada untukmu. Akulah Sumber Penyelesai Masalah dan Sang Sumber Damai. Aku bisa memberimu kedamaian. Kapanpun, di manapun, tanpa memedulikan siapapun engkau dan apapun statusmu, karena Akulah yang menciptakan dirimu dan memeliharamu hingga detik ini.

Aku tidak menyebut-Mu lagi hamba, tapi sahabat, bukan sekedar teman, dan Aku ingin bisa semakin dekat dengan-Mu. Aku tahu tiap masalahmu tapi aku ingin kau jujur dan meminta pertolongan-Ku. Aku ingin melihat bahwa engkau memerlukan-Ku. Sesimpel ini: dirimu mengangkat tangan (menyerahkan—bukan pasrah—masalahmu pada-Ku) dan Aku turun tangan (membantu). Bagi-Ku, masalah sebesar apapun semudah membalikkan tangan-Ku.

Bisakah dirimu meluangkan sedikit waktu untuk membaca pesan-pesan-Ku? Bisakah dirimu menyempatkan sekian lama tiap harinya untuk menyapa-Ku dan menceritakan pada-Ku apapun yang engkau rasakan hari ini? Bisakah engkau mengunjungi pelebaran kerajaan-Ku di bumi ini—rumahku, gereja—sekali saja seminggu? Jika engkau betah seribu hari di tempat lain, mengapa engkau tidak bisa satu hari saja dalam seminggu berada dalam rumah-Ku? Apakah sulit menunggu di ambang pintu rumah-Ku, mengetok dan menanti untuk dibukakan pintu, sementara begitu mudahnya engkau mabuk-mabukan di tempat-tempat yang mengiris perasaanku?

Hei, sahabatku, dan juga anak-Ku, sekalipun engkau tidak atau belum meminta pertolongan, Aku sudah tahu masalahmu dan siap menolongmu. Meskipun tampaknya aku diam saja, itu karena engkau tidak meminta dan merasa tidak perlu pertolongan-Ku. Aku mengulurkan tangan untuk membantumu bangkit, tapi engkau menepisnya. Meski engkau mengecewakanku lebih dari jumlah bintang di angkasa dan pasir di lautan sekalipun, Aku tetap menganggap-Mu sebagai biji mata-Ku. Karena engkau sangat berharga, dan aku tidak pernah menganggapmu sampah meski engkau menganggap dirimu sendiri begitu.

Aku hanya meninggalkan pesan ini: Hubungilah Aku jika engkau sempat. Bacalah pesan-Ku jika ada waktu. Kunjungilah pelebaran kerajaan-Ku yakni gereja jika engkau merasa tidak sibuk.

Dari Orang yang Mengasihimu,

Tuhan

2 Responses to PesanTuhan_

  1. Shania says:

    Tuhan syg banget sama kta, dan mestinya udh wajar kta jg mengasihiNya mski ga bisa bales sepenuhnya kasih Tuhan –dan ga akan bisa pernahh– tetep aja Tuhan seneng klo kta membuat hatiNya bahagia mski hanya sekali.like this page min, Gbyou😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s