Berpikir Positif!

Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu. Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu. Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkhotbah 9:7-10)

Berpikir positif! Jika mendengar kata “positif” apa yang terlintas di benak kita? Mungkin hal-hal yang berguna, bermanfaat, membangun, baik, dan sejenisnya. Intinya yang bagus-bagus pastinya. Kita jelas sebagai orang Kristen harus punya sikap yang positif. Tapi, seringkali bersikap positif itu tidak mudah. Sebagai manusia yang masih punya kedagingan, kita pastinya masih punya potensi untuk berpikir negatif, sekecil apapun presentase itu. Biasanya, saat masalah yang sangat berat menekan kita, kita menjadi down dan seolah tidak punya harapan hidup lagi.

Bagaimana caranya bersikap positif? Sebenarnya “simpel”, tapi sulit waktu diterapkan: Mengubah pola pikir atau cara pandang kita! Saya sangat menyukai sebuah quote yang berbunyi, “Tuhan tidak mengubah situasi, tapi sudut pandang kita.” Begitu sudut pandang kita diubahkan oleh Tuhan, kita secara otomatis memandang situasi yang ada dengan cara pandang yang berbeda. Jika kita mengubah cara pandang kita, misalnya dari, “Orangtuaku tidak sayang padaku,” menjadi, “Setidaknya aku masih punya orangtua,” kita bisa melihat orangtua kita dengan cara yang berbeda. Misalnya, ia sering memarahi kita karena sedang punya masalah yang pelik, maka kita pun bisa menyadari dan memaklumi hal itu, serta membawanya dalam doa.

Selain itu, kita juga harus percaya bahwa tidak ada perkara, tantangan ataupun masalah yang terlalu berat, melainkan hanya pencobaan-pencobaan biasa. Jika kita menghadapi masalah atau apapun itu, Tuhan akan memberikan pada kita jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya. Ayat untuk janji Tuhan yang satu ini bisa kita baca di 1 Korintus 10:13.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s