Kasih Setia Tuhan

Saya dulu adalah seorang yang bisa dibilang cukup ambisius, sehingga apapun yang tidak bisa saya capai akan membuat saya sedih, depresi dan kadang mau bunuh diri. Salah satunya adalah ketika saya tidak mencapai prestasi yang saya impikan. Semua jadi serba salah sejak saat itu. Ketika orang mulai sedikit tidak memerhatikan saya, maka saya akan merasa tidak diinginkan lahir. Kadang saya merasa dibanding-bandingkan dengan orang yang sedikit lebih tinggi. Pokoknya, kalah sedikit saja rasanya sudah sangat tidak berguna. Masalah saya seakan makin menumpuk ketika sahabat-sahabat saya pindah kelas dan sayapun menjadi seorang diri. Mereka punya teman sendiri akhirnya karena kami tidak lagi sekelas.
Tidak hanya sampai di situ. Namun jika diceritakan semuanya maka tidak akan ada habisnya, karena sebenarnya setiap hari kita menghadapi masalah entah itu besar atau kecil, maupun kita sadari atau tidak. Namun, Tuhan begitu setia. Kasih-Nya melimpah menjamah hati saya. Di suatu KKR Ia memanggil saya kembali ke jalan yang dikehendaki-Nya. Sifat ambisius saya berkurang sedikit demi sedikit. Dulu saya sering kepahitan, namun sekarang sudah gampang bersyukur. Tuhan memang baik.

This entry was posted in Kesaksian. Bookmark the permalink.

One Response to Kasih Setia Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s