Kumpulan Anekdot

SALAH MENGERTI

Seorang ayah mau memperkenalkan bahaya alkohol pada anaknya. Hingga suatu ketika ia menunjukkan pada anaknya suatu contoh ilmiah. Ia menyiapkan dua buah baskom, sebotol besar alkohol, sebotol besar air mineral dan dua ekor cacing.

Di baskom yang pertama ia menuang alkohol dan di yang satunya lagi air mineral. Ia meletakkan seekor cacing di tiap baskom. Di baskom yang berisi alkohol si cacing langsung mengerut dan mati sementara di baskom satunya yang isinya air cacing tetap hidup. ia bertanya pada anaknya, “Ada yang bisa kausimpulkan?”

Sang anak mengangguk dengan girang. “Ya, Ayah, kita harus minum alkohol supaya tidak kecacingan.”

Yang bisa kita peroleh dari kisah ini ialah ketika kita mau memberi pengajaran pada orang lain mengenai hal Kerajaan Sorga dan semacamnya, pastikan bahwa kita menggunakan cara yang tepat yang tidak akan membuat orang itu salah mengerti penjelasan kita.

 

DOKTER GIGI YANG HEBAT

Seorang big boss yang tengah mengadakan rapat pers tiba-tiba teringat akan gigi palsunya yang ketinggalan di rumah.

Seorang di sebelahnya yang menyadari hal itu segera menyodorkan deretan gigi yang mungkin bisa dipakai sang big boss. Big boss itu mengeluh bahwa gigi itu tidak masuk ke mulutnya. Ia pun memberi lagi yang lain, tapi kali ini big boss mengeluh karena kekecilan katanya. Akhirnya, ia menyodorkan lagi yang ketiga dan ternyata pas!

“Saya tidak pernah tahu dokter gigi sebaik anda,” kata big boss kagum, “di manakah tempat praktek anda? Saya ingin mengunjungi anda sesekali.”

 

“Oh, saya adalah penjaga kuburan dan pers freelance, Pak,” sahut sang ‘dokter gigi yang hebat’ tersebut.

Tidak semua yang kelihatannya ‘wow’ sekeren yang kita lihat, dan tidak semua yang kelihatannya ‘biasa-biasa saja’ selalu monoton. Justru jika orang yang mengatakan kita tidak ada apa-apanya membutuhkan pertolongan, kita mesti segera menolongnya.

 

JANGAN SOMBONG

Wikipedia, “Saya tahu semuanya.”

Facebook, “Saya kenal semuanya.”

Google, “Saya punya semuanya.”

Yahoo, “Saya lebih baik dari kalian semua.”

Mozilla Firefox, “Tanpa saya kalian tidak bisa diakses.”

Internet Explorer, “Saya kan juga bisa menggantikan Firefox.”

Google Chrome, “Salah. Sayalah yang terbaik.”

Internet, “Tanpa saya kalian bukan apa-apa.”

Listrik, “Kalau saya mati, kalian juga mati.”

Genset, “Masih ada saya, bro.”

Solar cell, “Dan saya.”

Matahari, “Tanpa saya kamu tak bisa berfungsi, sel surya.”

Tuhan, “Jangan ada yang sombong. Tanpa diri-Ku tak ada satupun dari kalian yang akan ada di dunia.”

Semua yang ada di dunia ini ada karena TUHAN. Talenta kita, hidup kita, nafas kita, dan lainnya. Jangan sombong karena apapun juga yang kita miliki karena semuanya hanya SEMENTARA saja sifatnya.

 

KARENA OPERASI KECANTIKAN

Mintje adalah seorang wanita paruh baya yang gemuk, keriputan, berkacamata tebal, tidak punya sanak-saudara, namun kaya-raya. Suatu ketika ia stroke saat berolahraga di rumahnya yang megah.

Seorang malaikat mendatanginya.

“Apa hidupku sudah akan berakhir di sini, malaikat?” melas Mintje.

“Oh, tidak,” sahut sang malaikat ringan, “hidupmu masih ada setidaknya sepuluh tahun lagi, Min.”

Mintje pun keriangan. Detik itu juga ia tersadar. Ia segera menghabiskan hartanya untuk sedot lemak, laser untuk mata minusnya, serta operasi plastik untuk mengangkat keriput-keriputnya. Ia pun menjadi seperti seorang ABG kembali.

Namun, di tengah jalan pulang dari rumah sakit, ia tertabrak oleh truk. Saat bertemu malaikat penjemputnya, ia pun memprotes, “Katanya hidupku masih lama?”

“Maaf, kamu siapa, ya?” tanya malaikat itu polos.

Bersyukurlah dengan apa yang ada pada kita, jangan mencoba menggantinya menurut standar kecantikan dunia karena bagi Tuhan kecantikan sejati adalah sifat baik kita.

 

BANGKU ORANG MUNAFIK

“Saya tidak pernah ke gereja lagi,” kata seorang dengan sombongnya. “Pak Pendeta tentu mengetahui hal ini.”

“Ya, saya tahu,” jawab pendetanya.

“Kalau Bapak ingin tahu alasannya, saya tidak ke gereja karena gereja penuh orang-orang munafik!”

“Oh, engkau harus kembali ke gereja,” jawab pendetanya, sambil tersenyum penuh kelembutan. “Masih ada satu bangku untuk seorang munafik lagi.”

Jangan pernah kita merasa kitalah yang paling suci. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan atau bahkan dosa. Jangan seperti orang Farisi dan ahli Taurat pada zaman Yesus dan orang dalam anekdot ini.

 

SIAPA YANG BODOH?

Seorang guru kelas menegur muridnya yang terlambat datang, “Mengapa kau datang terlambat?”

Murid itu pun menjawab, “Maaf, Pak. Saya tadi terhalang hujan di tengah jalan.”

“Bodoh kamu! Seharusnya lewat pinggir jalan saja,” balas guru itu ketus.

Sang murid tidak membalas, hanya saja wajahnya menunjukkan banyak tanda tanya.

Jangan menilai orang lain lebih bodoh atau rendah dari kita karena kita sendiri tidak pernah sempurna.

 

PACAR GELAP

Michiko tiba-tiba marah pada pacarnya, “Belakangan ini aku lihat kamu bersama seorang gadis terus! Siapa dia? Pacar gelapmu? Berani-beraninya kamu bermain di belakangku, heh!”

Akira pun menjawab dengan tenang, “Dia adikku, Michiko.”

Jangan terlalu cepat negative thinking karena belum tentu berita atau rumor yang kita dengar selalu benar. Selidiki dulu kebenarannya sebelum mulai marah atau menggosipi orang.

This entry was posted in Kisah Bijak. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kumpulan Anekdot

  1. Yunichan @YuniqueChan says:

    Ceritanya ngakak, min. Memang ceritanya udah lama tapi diulas lagi dengan bahasa yang lebih “baru”. Nggak cuman ngakaknya yang menyegarkan jiwa (dalam hati yang gembira itu obat yang sehat kan) tapi juga ada maknanya. Like it, min! Keep the good work yah. Bisa gak lain kali post cerita lagi kayak gini? #gak harus anekdot…kalo bisa soal keluarga ya min. GBU!happy Sunday!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s