Q&A Cinta Kasih

Mengapa pacaran di usia yang masih “di bawah umur” itu sangat dilarang oleh para kakak atau bapa rohani kita? (***@yahoo.com)

Setiap larangan pasti ada sebabnya. Termasuk pacaran saat usia kita masih dini. Hal ini dicatat dalam Kidung Agung 2:7 dan 3:5, yang sama-sama berbunyi berbunyi:

Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Juga dari Kidung Agung 8:4:

Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya?

Membangkitkan cinta di sini artinya bukan tidak boleh jatuh cinta—bukan itu maksudnya—tetapi maksudnya bangkit meladeni dan menggerakkan keinginan cinta sebelum waktu yang semestinya.

Orang-orang di bawah umur—berkisar pada usia anak-anak dan masa pubertas—seringkali berganti selera. Biasanya orang ingin memiliki seseorang yang sesuai dengan seleranya sendiri, bukan kehendak Tuhan. Di sisi lain, seringkali orang “di bawah umur” belum mengerti secara sempurna kriteria pasangan hidup untuk anak-anak Tuhan. Pacaran bukanlah untuk main-main, tetapi untuk menyiapkan diri ke jenjang pernikahan—jenjang yang akan lebih penuh tantangan lagi.

Mengapa kita harus seakan mengontrol diri kita saat jatuh cinta? (***@ymail.com)

Karena cinta itu ganas ketika sedang membara. Sampai-sampai dikatakan dalam Kidung Agung 8:7 demikian:

Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Kenapa backstreet itu salah? (***@gmail.com)

Pertama, karena itu artinya kita bermain di belakang orangtua kita, dan kita tidak menghormati mereka. Keluaran 20:12, Ulangan 5:16, Matius 15:4, Matius 19:19, Markus 7:10, Markus 10:19, Lukas 18:20, dan Efesus 6:2 menegaskan, “Hormatilah ayahmu dan ibumu.” Mengapa disebutkan banyak sekali dalam Alkitab? Karena Tuhan ingin anak-anak-Nya menghormati perpanjangan tangan-Nya di bumi, yaitu kedua orangtua kita. Kedua, itu artinya kita berdusta. Di Mazmur 5:7 dikatakan demikian:

Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Murka Tuhan akan bangkit atas kita jika kita backstreet saat pacaran. Jika orangtua tidak merestui, coba tetaplah berdoa (1 Tesalonika 5:17) dan bertanya pada Tuhan apa yang harus dilakukan dan sebagainya.

Mengapa 2 Korintus 6:14 melarang kita pacaran atau memiliki pasangan beda iman? (***@yahoo.co.id)

Coba kita renungkan hal-hal berikut ini: Pertama, kita harus selalu mengingat dan menguduskan hari Sabat, seperti kata Keluaran 20:8. Jika pasangan kita berbeda iman, bagaimana jika ia memaksa kita pergi ke tempat ibadahnya, mal atau bahkan menyuruh kita bekerja 7 hari penuh dalam seminggu? Kedua, jika masalah datang menghadang pasangan yang tidak seimbang itu, keduanya tentu akan berdoa dengan Allah masing-masing, karena keduanya tidak memiliki kepercayaan yang sama, atau satunya melarang anak Tuhan berdoa pada Yesus Kristus. Ketiga, jika cinta yang makin membara itu sudah mengorbankan iman kita, maka kita bisa meninggalkan iman kita juga nantinya, sekuat apapun usaha kita.

Mengapa kasih/cinta (love) disebut sebagai buah Roh pertama dalam Galatia 5:22-23?

Kasih adalah yang terkuat (terbesar) di antara segalanya, bahkan lebih kuat dari iman dan pengharapan, itulah yang dikatakan 1 Korintus 13:13. Hakikat Allah pun kasih sehingga ia memerintahkan umat-Nya untuk mengasihi-Nya dan juga sesama mereka seperti diri sendiri, dicatat dalam Matius 22:34-40.

Buat kalian yang punya pertanyaan seputar cinta, kasih atau hal-hal lainnya bisa dikirimkan ke pesantuhanyesus@gmail.com atau mention ke Twitter @PesanTuhan_ dengan hashtag #tanya kalian bisa bertanya apapun mengenai pendapat Alkitab tentang kehidupan sehari-hari. (Untuk yang mau di-follow back @PesanTuhan_ cukup mention.)

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Amsal 3:11

God bless you day🙂

This entry was posted in Tanya-Jawab. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s