Menyakiti Sesama = Menyakiti Tuhan

 Berikut ini cerita yang admin buat. Bukan membuat sebenarnya, karena kemungkinan besar kalian sudha membaca cerita yang mirip dengan yang ini, tapi admin hanya mengemasnya dalam bentuk yang lain.

Alkisah ada seorang anak yang memiliki orangtua dengan sifat berbeda. Ayahnya begitu keras sementara bundanya lembut dan penyayang. Karena kanker yang baru ketahuan saat sudah parah, sang bunda akhirnya meninggal dunia.

Sang anak begitu terpuruk dengan kematian sang bunda. Ayahnya juga semakin sering memukulinya lantaran tidak ada lagi istrinya yang bisa menyurutkan emosinya.

Sang anak belajar dan bekerja keras dengan harapan bisa membuat sang ayah bangga padanya dan sedikit-banyak memberi kasih sayang layaknya sang mendiang bundanya.

Kini ia menjadi seorang pengusaha yang sukses di luar negeri.

Suatu ketika ia tak sengaja bertemu dengan seorang pendeta. Entah mengapa, emosinya meluap lagi karena masa lalunya—ayahnya, dan karena tidak tahan ia menceritakan masa lalunya pada pendeta tersebut.

“Anak muda, saya mengerti permasalahan anda.” Sang pendeta tersenyum bijak dan menyodorkan sebuah kartu alamat. “Oleh karena itu, datanglah ke rumah saya besok dengan membawa foto ayah anda.”

Pemuda tersebut mengangguk ragu.

Keesokan harinya, sesuai janjinya, pemuda tersebut menemui sang pendeta dengan foto ayahnya yang ukurannya cukup besar.

“Tempelkanlah di sana,” titah sang pendeta.

Masih ragu-ragu, sang pemuda menempelkan foto sang ayah pada papan dengan selotip.

“Nah, sekarang, gunakanlah panah-panah ini untuk merusak foto tersebut,” kata sang pendeta sambil menyodorkan sekotak penuh panah-panah yang tajam.

Sang pemuda dengan penuh amarah menusuk-nusuk foto tersebut. Setelah agak puas, sang pendeta membalikkan papan itu dan nampaklah foto Tuhan Yesus yang juga ikut berlubang.

“Tahukah engkau anak muda, jika engkau menyakiti, dendam atau apapun itu pada ayahmu, engkau juga sedang menyakiti Tuhan,” jelas sang pendeta bijak.

Pelajaran yang bisa kita petik dari cerita di atas adalah bahwa pikirkanlah lagi jika engkau mau menyakiti seseorang, karena siapapun yang engkau sakiti itu, engkaupun juga menyakiti hati Tuhan.God bless you.

This entry was posted in Kisah Bijak, The Forgotten Pearls. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s